2 Pendahuluan Ketoasidosis diabetikum (KAD) adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak yang sakit diabetes melitus (DM) tipe 1, dengan angka kematian kasus sekitar 0,15-0,31%.
Jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 selama 3 tahun berturut-turut mengalami kenaikan, terbukti sebanyak 38.159 kasus tahun 2016, 43.279 kasus pada tahun 2017, dan 57.085 kasus di tahun 2018 (4).
Questionnaire (IPAQ) pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan gula darah terkontrol dan tidak terkontrol. 7. Menganalisis kepatuhan dan konsumsi obat berdasarkan Morisky Scale 8-item pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang memiliki gula darah terkontrol dan tidak terkontrol. 1.4.3. Manfaat Penelitian 1. Manfaat bagi Responden
Kondisi itu diperparah dengan kurangnya pemahaman oleh penderitanya terkait diabetes melitus tipe 1. Biasanya, diabetes melitus tipe 1 terjadi karena tubuh kekurangan insulin karena adanya kerusakan pada sel beta pankreas. "Sedangkan diabetes melitus tipe 2 gejalanya kurang disadari biasanya pada anak-anak yang obesitas dan anak-anak di
Diabetes melitus (DM) saat ini menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Berdasarkan penyebabnya, DM dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelompok, yaitu DM tipe 1, DM tipe 2, DM gestasional dan DM tipe lain. Pada pedoman ini, hiperglikemia yang dibahas adalah yang terkait dengan DM tipe 2 karena sebanyak 90- 95% kasus diabetes adalah DM tipe 2
DIABETES MELITUS TIPE II PERSADIA RSU SANTO ANTONIUS PONTI-ANAK. Etiek Nurhayati, Indah Purwaningsih pada tahun 2013 pada kelompok kasus DM Tipe . II sebagian besar mempunyai umur > 40 tahun
.
laporan kasus diabetes melitus tipe 2